PULITNUM Apresiasi Publikasi Internasional tentang Spatial Reasoning dan Performa Matematika

Yogyakarta - Pusat Unggulan Literasi dan Numerasi (PULITNUM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberikan apresiasi atas terbitnya artikel ilmiah berjudul “Spatial Reasoning as a Predictor of Mathematical Performance: Evidence from a Gender-Based Analysis” pada Integration of Education, jurnal internasional yang terindeks Scopus. Artikel tersebut diterbitkan pada Volume 30, Nomor 3 Tahun 2026, halaman 442–460.
Artikel ini ditulis oleh Siti Maryatul Kiptiyah, Yoppy Wahyu Purnomo, Ucu Sumisiani, dan Gunawan. Penelitian mengkaji hubungan prediktif antara spatial reasoning atau penalaran spasial dengan performa matematika siswa, sekaligus menganalisis perbedaan berdasarkan gender. Penalaran spasial dipandang sebagai salah satu kemampuan kognitif yang mendukung visualisasi, interpretasi diagram, dan pemecahan masalah matematika.
Penelitian menggunakan desain survei cross-sectional yang melibatkan 437 siswa dari populasi 789 siswa pada salah satu sekolah negeri di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan tes penalaran spasial dan tes performa matematika yang telah divalidasi. Analisis dilakukan menggunakan simple linear regression untuk mengetahui sejauh mana penalaran spasial memprediksi performa matematika serta independent-samples t-test untuk menganalisis perbedaan berdasarkan gender.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spatial reasoning secara signifikan memprediksi mathematical performance. Siswa dengan kemampuan penalaran spasial yang lebih kuat cenderung menunjukkan performa matematika yang lebih baik. Namun, kontribusi penalaran spasial terhadap performa matematika tergolong modest, dengan model penelitian menjelaskan sekitar 11% variasi performa matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa penalaran spasial merupakan salah satu faktor pendukung dalam performa matematika, sementara terdapat faktor kognitif, pembelajaran, dan kontekstual lainnya yang turut berperan.
Penelitian ini juga menekankan bahwa penalaran spasial sebaiknya dipandang sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan, bukan sebagai atribut yang ditentukan secara tetap oleh gender. Dari perspektif pembelajaran, temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya menyediakan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa serta memberikan pengalaman pembelajaran matematika yang melibatkan visualisasi, interpretasi diagram, transformasi mental, dan pemodelan spasial.
Publikasi ini menjadi salah satu kontribusi peneliti dalam memperkuat kajian pendidikan matematika, literasi, dan numerasi, khususnya dalam memahami hubungan antara kemampuan penalaran spasial dan performa matematika pada konteks pendidikan menengah di Indonesia. PULITNUM UNY mengapresiasi capaian publikasi tersebut dan berharap penelitian ini dapat mendorong pengembangan praktik pembelajaran matematika yang semakin inklusif, bermakna, dan berbasis bukti.