Laporan Penelitian

Kegiatan penelitian ini bertujuan merancang desain kebijakan penjaminan mutu untuk penguatan numerasi guru Sekolah Dasar melalui pendekatan berbasis riset. Mitra pengguna dalam penelitian ini adalah Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul. Penelitian dilaksanakan pada tahun pertama (2022–2023) dengan fokus utama pada analisis kebutuhan sebagai landasan penyusunan naskah akademik kebijakan penjaminan mutu penguatan numerasi guru SD.

Tahap awal penelitian diawali dengan studi pendahuluan terhadap 219 guru Sekolah Dasar yang tersebar di 42 sekolah di Kabupaten Bantul. Pengukuran kemampuan numerasi guru dilakukan menggunakan instrumen tes numerasi pendidikan guru yang diadaptasi dari Australian Council for Educational Research (ACER). Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata-rata numerasi guru berada pada angka 5,42 dari skor maksimal 10, yang mengindikasikan kemampuan numerasi guru berada pada kategori menengah. Temuan ini juga menunjukkan adanya variasi kemampuan yang sangat lebar, mulai dari guru dengan skor sangat rendah hingga guru yang mampu menjawab seluruh soal dengan benar.
Analisis lebih lanjut berdasarkan karakteristik guru (gender, pengalaman mengajar, status sertifikasi, dan jenjang kelas yang diampu) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap kemampuan numerasi guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan numerasi guru tidak secara otomatis meningkat seiring dengan pengalaman mengajar atau kepemilikan sertifikat pendidik, sehingga penguatan numerasi perlu dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui program pengembangan profesional berbasis riset.
.jpeg)
Selain guru, studi pendahuluan juga dilakukan terhadap 84 calon guru Sekolah Dasar dari jenjang S1 dan S2. Pengukuran menggunakan tes numerasi LANTITE (ACER) menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan numerasi calon guru berada pada kisaran 66% dari skor maksimal. Konsisten dengan temuan pada guru, domain Statistik dan Probabilitas menjadi domain dengan capaian terendah, baik pada kelompok guru maupun calon guru. Hasil wawancara mendalam mengungkapkan bahwa kesulitan utama peserta terletak pada kemampuan menafsirkan data dalam tabel dan grafik, merancang strategi pemecahan masalah, serta melakukan representasi dan komunikasi matematis secara tepat.
Berdasarkan keseluruhan hasil analisis kebutuhan tersebut, tim peneliti menyusun draf naskah akademik kebijakan penjaminan mutu penguatan numerasi guru Sekolah Dasar. Penyusunan naskah kebijakan dilakukan melalui serangkaian diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang melibatkan peneliti dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul. Desain kebijakan yang dihasilkan menekankan pada penguatan praktik berbasis riset melalui kolaborasi antara universitas, sekolah, dan dinas pendidikan dengan mengintegrasikan pendekatan Participatory Action Research (PAR), Design-Based Research (DBR), serta Professional Learning Community (PLC).

Luaran utama tahun pertama penelitian ini adalah tersusunnya naskah akademik kebijakan desain penjaminan mutu penguatan numerasi guru Sekolah Dasar yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan luaran tambahan berupa dua draf artikel ilmiah berbasis hasil analisis kebutuhan, satu di antaranya telah disubmit ke jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus (Q3), sementara satu artikel lainnya masih dalam tahap penyuntingan lanjutan.
.jpeg)
Secara keseluruhan, hasil kegiatan pada tahun pertama ini memberikan dasar empiris yang kuat bagi implementasi desain kebijakan penjaminan mutu penguatan numerasi guru pada tahap berikutnya. Desain yang dihasilkan direncanakan untuk diuji coba dan disempurnakan melalui implementasi bersama guru Sekolah Dasar terpilih pada tahun penelitian selanjutnya, sehingga dapat menjadi model kebijakan yang berkelanjutan dan kontekstual di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul.